Hanya Ini


Sedikit kata kau bercerita
Pandanganmu sangat berbeda
Sedikit cinta kita bersama
Aku hanya pelarianmu saja

Hati terluka sudah biasa
Membuat hidupku berbeda
Hanya malam dan kebencian
Ku terima dalam kemunafikan

Ada saat kau menyadarinya
Jika kau terukir didalam dada

Semakin perih hati ini
Melihat kenyataan yang terjadi
Semakin jauh dirimu kini
Ternyata salah perasaanku ini

Tawa pun menutupi
Sakit hati yang ku jalani
Berharap dapatkan pengganti
Sehingga ku tak sendiri

Kapankah ku bahagia
hidup tenag ditemani cinta
Apa tak pantas ku merasakanya
Hingga ku tak bisa menggapainya

Dikirim menggunakan Wordmobi

Iklan

16 pemikiran pada “Hanya Ini

  1. mungkin memang cinta itu bukan untuk kamu dan rasanya tak perlu menyesalinya karena mungkin di hari depan ada sesorang yang lebih baik yang memang diperuntukkan buatmu *pengalaman pribadi*

  2. hanya begini?

    bila terluka sudah biasa
    mestinya nyeri tak kan melara
    tetap teguh menegak dada
    kemunafikan merusak jiwa

    meski cinta tak berbalas
    biarkan ia pergi dengan senyuman
    pria tangguh selalu ikhlas
    ada kebahagian dibalik kesusahan

    hidup akan selalu bahagia
    bersama cinta yang tinggi nilainya
    cinta asmara permainan dunia
    cinta tuhan kau bisa menggapainya

    cintailah kecintaanmu sesedangnya
    bila tersakiti kau tak akan sengsara

    hee…kok jadi sok serius gini ya hahaha…

Berkomentarlah dengan jujur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s